Semua artikel

IKLAN

PPN Iklan Shopee: Hitung Biaya dan ROAS Aktual

PPN iklan Shopee 11% dibayar saat isi saldo. Rumus biaya dan ROAS aktual dari angka dashboard, ROAS impas yang benar, tiga skenario, dan faktur pajak.

PPN iklan Shopee sebesar 11% dibayar saat Anda membeli saldo iklan, bukan saat iklan diklik atau dilihat: saldo Rp100.000 dibayar Rp111.000. Dengan anggapan biaya di dashboard Iklan Shopee belum memuat PPN itu (halaman resmi tidak menyebutnya), uang yang benar-benar keluar adalah biaya di dashboard dikali 1,11, dan ROAS yang sebenarnya adalah ROAS di dashboard dibagi 1,11. Bandingkan ROAS dashboard dengan ROAS impas yang sudah dikali 1,11, atau ROAS aktual dengan ROAS impas biasa, jangan dicampur.

Di bawah ada kutipan halaman resmi Shopee (dibaca 5 November 2026), rumus biaya, ROAS, dan ACOS aktual, aturan memasangkan ROAS dengan ROAS impas, contoh hitung tiga skenario dengan cek balik, pengaruh saldo bonus dan voucher, serta faktur pajak iklan untuk penjual PKP dan non-PKP.

Kapan PPN iklan Shopee dikenakan

PPN dikenakan sekali, pada saat saldo iklan dibeli. Halaman FAQ Iklan Shopee di Pusat Edukasi Penjual (tanggal halaman 5 Agustus 2026) menulis: "Penjual akan dikenakan PPN sebesar 11% untuk setiap pembelian Saldo Iklan Shopee." Ilustrasinya: saldo yang dibeli Rp100.000, total yang dibayar Rp111.000, saldo yang didapat Rp100.000.

Tiga hal lain yang tertulis di halaman resmi:

  • Isi saldo otomatis juga kena. Halaman Tentang Iklan Shopee (21 Agustus 2026) menulis setiap pembelian saldo "sudah termasuk tarif PPN 11% (termasuk pengisian Saldo Iklan Shopee secara otomatis melalui fitur Isi Saldo Otomatis)".
  • PPN dihitung dari nominal akhir. "PPN akan dikenakan pada nominal akhir pembayaran Saldo Iklan Shopee (setelah diskon, jika ada)."
  • Saldo iklan gratis sudah termasuk PPN. Syarat dan Ketentuan Saldo Iklan Gratis menulis: "Saldo Iklan Gratis sudah termasuk biaya Pajak Pertambahan Nilai (PPN)".

Setelah itu, biaya iklan dipotong dari saldo. Halaman yang sama menulis untuk sistem biaya per klik: "Biaya iklan hanya akan dikenakan dan dipotong dari Saldo Iklan Anda ketika ada Pembeli yang mengklik iklan tersebut." Iklan Produk GMV Max, Iklan Banner, dan Iklan Live dikenai biaya per 1.000 tayangan. Tidak ada PPN kedua di tahap ini. Aturan lengkap soal jenis saldo dan urutan potongnya ada di artikel saldo iklan Shopee.

Dari mana angka 1,11 untuk biaya di dashboard

Kolom Biaya Iklan di dashboard menghitung saldo yang terpakai. Halaman metrik Iklan Shopee mendefinisikannya sebagai "Akumulasi biaya yang Anda keluarkan untuk iklan Anda selama periode yang Anda pilih", dan rumus ROAS resmi adalah penjualan dari iklan dibagi biaya. Saldo yang terpakai Rp100.000 Anda beli seharga Rp111.000, jadi tiap Rp1.000 biaya di dashboard berarti Rp1.110 uang Anda.

Satu hal belum bisa dipastikan: kami tidak menemukan kalimat resmi yang menyebut apakah angka Biaya Iklan di dashboard sudah memuat PPN atau belum. Artikel ini memakai anggapan yang lebih hati-hati, yaitu belum. Kalau anggapan ini salah, hitungan di bawah hanya membuat Anda sedikit lebih ketat, bukan rugi. Cara mengeceknya sendiri: bandingkan total pembelian saldo di Faktur Saya (halaman resmi menyebut harga di sana "sudah termasuk PPN") dengan jumlah biaya di dashboard pada bulan yang sama, saat saldo awal dan akhir bulan sama-sama nol.

Rumus biaya aktual, ROAS aktual, dan ACOS aktual

Semua angka biaya di dashboard ikut naik 11%, dan semua angka hasil per biaya ikut turun dengan pembagi 1,11:

Angka di dashboardAngka aktual
Biaya Iklanbiaya x 1,11
ROASROAS ÷ 1,11
ACOSACOS x 1,11
Biaya per klik, biaya per konversiangka x 1,11
Modal harianmodal x 1,11

Contoh singkat: biaya Rp500.000 di dashboard berarti uang keluar Rp555.000. ROAS 3,60 di dashboard berarti ROAS aktual 3,60 ÷ 1,11 = 3,24. ACOS 27,78% berarti ACOS aktual 30,83%.

Arah sebaliknya juga berguna. Kalau Anda ingin uang yang keluar untuk iklan bulan ini tidak lebih dari Rp1.000.000, saldo yang perlu dibeli adalah Rp1.000.000 ÷ 1,11 = Rp900.900. Isi saldo minimum Rp25.000 berarti membayar Rp27.750.

Cara cepat yang keliru adalah mengurangi ROAS dengan 11% (3,60 x 0,89 = 3,20). Hasilnya mendekati, tetapi bukan 3,24, karena PPN ditambahkan ke biaya, bukan dipotong dari penjualan.

ROAS impas dibandingkan dengan angka yang mana

ROAS impas adalah harga jual dibagi sisa uang per pesanan setelah modal dan semua potongan Shopee, sebelum iklan. Cara menghitung sisa itu ada di artikel ROAS Shopee yang bagus berapa. Masalahnya, ROAS impas ini belum memuat PPN iklan, sedangkan ROAS di dashboard juga belum. Ada dua pasangan yang benar:

  • ROAS aktual dibandingkan dengan ROAS impas biasa. PPN sudah masuk ke biaya, jadi impasnya tidak perlu diubah.
  • ROAS di dashboard dibandingkan dengan ROAS impas x 1,11. PPN belum masuk ke biaya, jadi batasnya yang dinaikkan.

Dua cara itu selalu memberi jawaban yang sama. Kesalahan yang sering terjadi adalah mencampur: ROAS dashboard dibandingkan dengan ROAS impas biasa (iklan terlihat untung padahal rugi), atau ROAS aktual dibandingkan dengan ROAS impas x 1,11 (PPN terhitung dua kali, iklan yang sebenarnya untung ikut dimatikan).

Hal yang sama berlaku saat mengetik target di iklan GMV Max ROAS. Target itu dibaca Shopee dengan biaya versi dashboard, jadi target minimal yang aman adalah ROAS impas x 1,11. Pembahasan target di atas impas ada di artikel GMV Max Shopee.

Contoh hitung: botol minum dalam tiga skenario

Angka contoh: botol minum dijual Rp100.000. Setelah modal dan semua potongan Shopee, sisa per pesanan Rp30.000. ROAS impas = 100.000 ÷ 30.000 = 3,33, dan versi dashboard-nya 3,33 x 1,11 = 3,70. Selama seminggu dashboard mencatat biaya Rp500.000, penjualan dari iklan Rp1.800.000 dari 18 pesanan, dan ROAS 3,60. Anggap semua pesanan selesai dan satu pesanan berisi satu botol.

Kalau hanya membaca dashboard, iklan ini terlihat untung: 18 x Rp30.000 = Rp540.000, dikurangi Rp500.000, sisa Rp40.000. ROAS 3,60 juga di atas impas 3,33. Tiga skenario di bawah memakai angka dashboard yang sama dan hanya mengubah dari mana saldonya dan status pajak toko.

Skenario A: toko non-PKP, semua biaya dari saldo berbayar.

  • Uang keluar untuk iklan: Rp500.000 x 1,11 = Rp555.000.
  • ROAS aktual: 1.800.000 ÷ 555.000 = 3,24, di bawah impas 3,33. Versi dashboard: 3,60 di bawah 3,70. Keduanya bilang rugi.
  • Cek balik: penjualan Rp1.800.000, dikurangi modal dan potongan Shopee 18 x Rp70.000 = Rp1.260.000, dikurangi iklan Rp555.000, hasilnya minus Rp15.000.
  • Keputusan: iklan ini rugi Rp15.000 seminggu, bukan untung Rp40.000. Selisih bacaannya Rp55.000, tepat sebesar PPN.

Skenario B: sama, tetapi Rp200.000 dari biaya itu terpotong dari Saldo Iklan Gratis.

  • Saldo gratis sudah termasuk PPN dan tidak Anda beli, jadi yang dikali 1,11 hanya bagian berbayar: Rp300.000 x 1,11 = Rp333.000.
  • Cek balik: Rp540.000 dikurangi Rp333.000 = untung Rp207.000.
  • Keputusan: minggu ini untung karena saldo gratis, bukan karena iklannya sehat. Begitu saldo gratis habis, hitungannya kembali ke Skenario A. Pakai masa bonus untuk memperbaiki iklan yang lemah.

Skenario C: toko PKP yang menerima Faktur Pajak iklan dan boleh mengkreditkan PPN-nya.

  • Uang keluar di awal tetap Rp555.000. PPN Rp55.000 di faktur menjadi Pajak Masukan yang mengurangi PPN yang Anda setor di masa pajak itu.
  • Untuk toko PKP, angka sisa Rp30.000 per pesanan di contoh ini dianggap sudah setelah PPN penjualan.
  • Cek balik: Rp540.000 dikurangi Rp555.000, ditambah Rp55.000 yang kembali lewat pengkreditan, hasilnya untung Rp40.000.
  • Keputusan: untung tipis, tetapi Rp55.000 itu tertahan sampai SPT Masa PPN, dan hanya kembali kalau fakturnya sah dan PPN-nya memang boleh dikreditkan.
SkenarioUang keluar untuk iklanHasil seminggu
ARp555.000rugi Rp15.000
BRp333.000untung Rp207.000
CRp555.000, kembali Rp55.000untung Rp40.000

Total toko juga bisa menyembunyikan iklan yang rugi. Di contoh ini Rp500.000 tadi berasal dari dua iklan. Iklan A memakai Rp300.000 dan menghasilkan Rp1.300.000: ROAS aktualnya 1.300.000 ÷ 333.000 = 3,90, di atas impas. Iklan B memakai Rp200.000 dan menghasilkan Rp500.000: ROAS aktualnya 500.000 ÷ 222.000 = 2,25. Pada Skenario A, Iklan A untung 13 x Rp30.000 dikurangi Rp333.000 = Rp57.000, sedangkan Iklan B rugi 5 x Rp30.000 dikurangi Rp222.000 = minus Rp72.000. Jumlahnya tetap minus Rp15.000. Yang perlu diperbaiki atau dijeda adalah Iklan B, bukan seluruh iklan. Cara membaca tanda iklan rugi lainnya ada di artikel iklan Shopee boncos.

ACOS memberi kesimpulan yang sama. Sisa sebelum iklan adalah 30% dari harga jual. ACOS di dashboard 27,78% terlihat di bawah 30%, tetapi ACOS aktualnya 27,78% x 1,11 = 30,83%, di atas 30%. Batas ACOS di dashboard untuk produk ini adalah 30% ÷ 1,11 = 27,03%. Penjelasan lengkapnya ada di artikel ACOS Shopee.

Saldo bonus, voucher, dan isi saldo otomatis

Pengali 1,11 hanya tepat untuk saldo yang Anda beli dengan harga penuh. Tiga keadaan mengubahnya:

  • Saldo Iklan Gratis. Sudah termasuk PPN dan tidak dibeli, jadi biaya yang terpotong dari saldo ini tidak menambah pengeluaran Anda. Halaman resmi menulis urutan potong dimulai dari saldo yang lebih dulu kedaluwarsa, lalu yang diterima lebih dulu, lalu Bonus Saldo Umum, Bonus Saldo 1:1, dan Saldo Iklan Berbayar. Halaman yang kami baca tidak menyebut apakah Bonus Saldo Umum sama dengan Saldo Iklan Gratis, jadi cek jenis saldo di halaman Iklan Shopee Anda.
  • Voucher atau paket saldo. PPN dihitung dari nominal akhir setelah diskon. Pengali Anda lebih kecil dari 1,11; hitung dengan membagi total yang dibayar dengan saldo yang didapat.
  • Isi Saldo Otomatis dari Penghasilan. Fitur ini memotong persentase penghasilan (minimal 1%) menjadi saldo iklan. Faktur Pajak Iklan mencakupnya, tetapi halaman resmi yang kami baca tidak menyebut apakah persen yang dipotong sudah memuat PPN. Cocokkan baris "Ads Escrow Top Up Fee" di ekspor Penghasilan dengan saldo yang masuk.

Pengali umumnya sama dengan total uang yang dibayar untuk saldo dibagi saldo yang dipakai. Pada Skenario B: Rp333.000 ÷ Rp500.000 = 0,666, jauh di bawah 1,11.

Faktur pajak iklan untuk PKP dan non-PKP

Menurut FAQ Iklan Shopee, mulai Agustus 2026 Faktur Pajak Iklan diterbitkan langsung bagi penjual yang terdaftar sebagai penerima Faktur Pajak Penjual. Faktur itu mencakup isi saldo manual, kedua jenis isi saldo otomatis, paket Shopee Marketing Solutions, iklan eksternal Shopee, dan paket promosi. Halaman Faktur Saya (20 Oktober 2026) menambahkan bahwa mulai November 2026 Shopee menerbitkan Faktur Pajak atas biaya layanan, komisi Affiliate, dan pembelian Saldo Iklan "secara bertahap", jadi belum tentu semua toko langsung menerimanya.

  • Belum terdaftar sebagai penerima: ajukan lewat Formulir Permohonan Faktur Pajak selambatnya tanggal 30 atau 31 setiap bulan. Toko Shopee Mall otomatis terdaftar.
  • Data yang dipakai: Informasi Penagihan bila sudah diisi, dan Data Diri bila kosong. Faktur yang sudah terbit tidak diperbarui otomatis bila data Anda berubah belakangan.
  • Faktur belum muncul: faktur seharusnya tersedia selambatnya tanggal 12 bulan berikutnya. Hubungi Customer Service selambatnya tanggal 15; setelah itu pengaduan untuk periode tersebut tidak diproses.

Untuk penjual PKP, faktur ini penting karena UU PPN Pasal 9 menulis bahwa "Pajak Masukan dalam suatu Masa Pajak dikreditkan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang sama", dan Pajak Masukan yang dikreditkan "harus menggunakan Faktur Pajak" yang memenuhi syarat. Itulah Skenario C. Penjual non-PKP tidak memungut Pajak Keluaran, jadi PPN iklan 11% tetap menjadi biaya, dan Skenario A berlaku. Apakah PPN atas saldo iklan Shopee boleh dikreditkan untuk toko Anda, pastikan dengan konsultan pajak atau KPP tempat Anda terdaftar. Arti status PKP di Shopee dan PPN di harga jual ada di artikel PKP Shopee.

Kenapa ada yang menyebut PPN iklan 12%

Sejak 1 Januari 2025 tarif PPN tertulis 12%, tetapi untuk jasa seperti iklan, PMK 131 Tahun 2024 menghitungnya sebagai 12% dikali dasar "nilai lain" sebesar 11/12 dari penggantian. Hasilnya tetap 11% dari nominal, sama dengan yang tertulis di halaman Shopee. Tarif 12% penuh hanya untuk barang mewah yang kena pajak penjualan atas barang mewah. Beberapa berita awal 2025 menulis isi saldo iklan kena 12%; untuk hitungan iklan, pakai 11% sesuai halaman Shopee.

Membaca biaya dan ROAS aktual langsung di dashboard

Menghitung 1,11 per iklan setiap minggu cepat membosankan, apalagi kalau iklannya banyak. Evaluasi Dashboard Iklan di ekstensi Risetika menempelkan angka aktual di halaman Iklan Shopee: chip AKTUAL di sebelah Biaya Iklan (biaya plus PPN 11%), AKTUAL ROAS di sebelah ROAS, dan chip per baris di Daftar Iklan Produk.

Kartu Performa Iklan Shopee dengan Risetika 1.0.23, data contoh: Biaya Iklan Rp500.000 dengan chip AKTUAL Rp555.000 PPN 11%, ROAS 3,60 dengan chip AKTUAL ROAS 3,24, Penjualan dari Iklan Rp1.800.000
Kartu Performa, data contoh. Angkanya sama dengan Skenario A: biaya Rp500.000 menjadi Rp555.000 dan ROAS 3,60 menjadi 3,24. Chip untung Rp1.245.000 di bawah penjualan masih sebelum modal produk.

Chip di kolom ROAS menilai ROAS aktual tiap iklan dengan ROAS impas dari Kalkulator Target ROAS Anda. Kalkulator itu menghitung ROAS impas sebelum PPN iklan, dan chip membandingkannya dengan ROAS aktual, jadi pasangannya sudah benar. Kalau Anda mengetik target di iklan GMV Max ROAS, kalikan dulu angka kalkulator dengan 1,11.

Daftar Iklan Produk dengan chip Risetika, data contoh: Iklan A biaya Rp300.000 menjadi Rp333.000 dengan ROAS aktual CUKUP 3,90, Iklan B biaya Rp200.000 menjadi Rp222.000 dengan ROAS aktual BURUK 2,25
Daftar Iklan Produk, data contoh. Iklan A dinilai CUKUP (3,90 di atas impas 3,33), Iklan B dinilai BURUK (2,25 di bawah impas). Target ROAS 3.7 di kolom kedua adalah ROAS impas x 1,11.

Isian PPN Iklan (%) di lipatan Evaluasi Dashboard Iklan pada panel Kalkulator ROAS bernilai 11 secara bawaan dan bisa diubah. Kalau sebagian besar biaya Anda terpotong dari saldo gratis, atau Anda PKP yang mengkreditkan PPN iklan, sesuaikan angka itu dengan pengali Anda sendiri.

Pertanyaan yang sering muncul

Isi saldo iklan Shopee Rp1.000.000 bayar berapa?

Rp1.110.000, karena PPN 11% dihitung dari nominal akhir pembayaran saldo. Kalau ada diskon dari voucher atau paket saldo, PPN dihitung dari nominal setelah diskon, jadi totalnya lebih kecil.

Apakah PPN iklan Shopee bisa diminta kembali?

Tidak lewat Shopee. Halaman resmi menulis saldo iklan tidak dapat dikembalikan setelah dibeli, dan saldo gratis maupun berbayar tidak dapat dicairkan. Bagi penjual PKP, PPN di Faktur Pajak iklan bisa menjadi Pajak Masukan yang mengurangi PPN yang disetor, sesuai ketentuan UU PPN.

Di mana melihat PPN iklan yang sudah saya bayar?

Di Seller Centre, menu Penghasilan Saya, lalu Faktur Saya. Faktur Pesanan merangkum pembelian saldo iklan sebulan dengan harga yang sudah termasuk PPN, dan Faktur Pajak memuat pungutan PPN-nya. Faktur Pajak Penjual juga dikirim ke email akun selambatnya tanggal 10 setiap bulan.

Apakah pembelian saldo iklan Shopee juga kena PPh 23?

FAQ Iklan Shopee menulis setiap pembelian saldo iklan dikenakan PPh 23 karena iklan termasuk objek PPh 23. Surat Keterangan Bebas yang disebut di halaman itu hanya berlaku 13 Februari 2024 sampai 31 Desember 2024. Kewajiban ini menyangkut penjual yang bertugas memotong PPh 23, jadi pastikan dengan konsultan pajak Anda.

Baca angka pasarnya sendiri

Risetika menempelkan estimasi omzet, rentang harga, dan umur listing langsung di hasil pencarian Shopee. Coba gratis 3 hari.