Cara Mencari Produk Winning di Shopee: 3 Cek
Cara mencari produk winning di Shopee lewat tiga cek: pasar, laba per pesanan, dan target omzet, plus tiga keyword data contoh sampai keputusan.
Cara mencari produk winning di Shopee: kumpulkan beberapa keyword calon, lalu uji tiap keyword dengan tiga cek, yaitu pasarnya terbuka untuk pendatang baru, harga pasarnya masih menyisakan laba setelah potongan Shopee dan iklan, dan target Anda masih masuk akal dibanding omzet toko lain. Keyword yang lolos ketiganya baru diuji dengan stok kecil. Angka terjual tinggi saja belum cukup, karena produk yang sama bisa menguntungkan bagi penjual lain tetapi rugi bagi Anda.
Di bawah ada arti produk winning, cara mendapatkan keyword calon, cara membaca tiap cek, dan tiga keyword data contoh yang berakhir di tiga keputusan berbeda.
Apa itu produk winning di Shopee
Produk winning adalah istilah penjual, bukan istilah resmi Shopee. Halaman resmi yang kami baca memakai sebutan lain. Misalnya, Pusat Edukasi Penjual membahas Produk dengan Performa Terbaik untuk produk di toko Anda sendiri. Karena tidak ada definisi resmi, tiap orang memakai arti yang sedikit berbeda.
Artikel ini memakai arti yang bisa diuji. Produk winning adalah produk yang sudah terbukti dibeli orang, masih memberi ruang bagi pendatang baru, dan tetap menyisakan laba bagi Anda di harga pasar. Bagian terakhir itu membuat jawabannya berbeda untuk tiap penjual, karena modal tiap penjual berbeda.
Dari mana mendapatkan keyword calon
Mulailah dari 5 sampai 10 keyword, bukan satu ide. Satu ide cenderung dipertahankan walau angkanya jelek. Beberapa sumber yang bisa dipakai:
- Hasil pencarian yang diurutkan Terlaris. Caranya ada di artikel cara melihat produk terlaris di Shopee.
- Kata kunci yang banyak dicari. Lihat cara mencari kata kunci yang banyak dicari di Shopee.
- Produk yang sedang naik. Lihat cara melihat produk trending di Shopee. Tren yang baru naik tetap harus lolos tiga cek yang sama.
- Barang yang sudah bisa Anda dapatkan. Kalau Anda sudah punya pemasok, mulailah dari barang yang modalnya sudah Anda ketahui, karena cek kedua butuh angka modal.
Pakai keyword yang sempit, misalnya organizer laci, bukan organizer. Keyword yang terlalu lebar mencampur produk yang tidak benar-benar bersaing dengan barang Anda.
Cek 1: pasarnya terbuka untuk pendatang baru
Cek pertama menjawab satu pertanyaan: kalau Anda masuk sekarang, apakah masih ada omzet yang bisa direbut? Secara manual, Anda perlu mencatat harga, terjual 30 hari, nama toko, dan umur listing tiap produk. Rumusnya ada di artikel cara menghitung market size produk di Shopee, dan cara mencari umur produk ada di cara melihat tanggal upload produk di Shopee. Cara ini gratis, tetapi lambat kalau dikerjakan untuk 10 keyword.
Di Risetika, angka-angka ini dirangkum dalam kartu Riset Market setelah Anda mencari keyword di Shopee. Bagian atasnya adalah Skor Peluang, nilai 0 sampai 100 dari empat hal:
| Yang dibaca | Arti bagi Anda | Lampu hijau bila |
|---|---|---|
| Omzet pasar 30 hari | Ada cukup pembeli | Rp160 juta atau lebih |
| Porsi 3 toko teratas | Omzet tidak dikuasai segelintir toko | 50% atau kurang |
| Porsi listing di bawah 6 bulan | Produk baru masih bisa laku | 18% atau lebih |
| Rentang harga yang banyak laku | Harga tidak terlalu rapat | Lebar rentang 68% dari harga tengah atau lebih |
Perlakukan batas di tabel ini sebagai patokan kasar. Skor dan batasnya masih versi awal dan belum dikalibrasi dengan keyword yang hasilnya sudah diketahui, jadi kartunya memberi label perkiraan. Omzet juga dihitung dari harga dan angka terjual yang tampak, bukan dari data resmi Shopee. Pakai skor untuk menyisihkan keyword yang jelas berat, bukan untuk memastikan produk akan laku.
Cek 2: harga pasarnya masih menyisakan laba
Skor Peluang tidak mengetahui modal Anda, jadi cek ini wajib dihitung sendiri. Pakai harga di tengah rentang yang banyak laku, karena di rentang itulah pembeli sudah terbukti membeli. Rumusnya:
Laba per pesanan = harga jual dikurangi biaya admin, Gratis Ongkir XTRA, biaya proses pesanan, modal, kemasan, biaya iklan, dan PPN iklan.
Contoh di artikel ini memakai tarif resmi yang kami baca pada 1 November 2026, untuk penjual Non-Star atau Star yang ikut Gratis Ongkir XTRA:
- Biaya admin: 10,00% untuk Peralatan Makan, Perlengkapan Dapur, dan Organizer Rumah (rincian kategori). Tarif Shopee Mall berbeda.
- Gratis Ongkir XTRA, ukuran biasa: 5,5% untuk Peralatan Makan dan 8% untuk Rak Dapur serta Organizer Rumah, masing-masing maksimal Rp40.000 per kuantitas produk (rincian program). Program ini opsional.
- Biaya proses pesanan: Rp1.250 per pesanan selesai. Penjual Non-Star yang meng-upload produk pertama sebelum 1 Agustus 2026 dibebaskan untuk 50 pesanan pertama (ketentuan biaya proses). Contoh ini tetap menghitung biaya tersebut.
- PPN saldo iklan: 11% dari pembelian saldo (ketentuan saldo iklan).
Biaya iklan di contoh adalah asumsi. Kami memisalkan ROAS 10, artinya biaya iklan sama dengan 10% harga jual, dan semua pesanan datang dari iklan. Ini sengaja dibuat berat, karena toko baru belum tentu punya pesanan organik. Ganti dengan angka Anda sendiri, dan baca ROAS Shopee yang bagus berapa untuk mencari batasnya. Pajak penjual belum masuk hitungan ini; bahasannya ada di pajak penjual Shopee.
Cek 3: target Anda masih masuk akal
Cek terakhir memakai patokan kasar dari artikel market size. Kurangi omzet pasar dengan porsi 3 toko teratas, lalu bagi sisanya dengan jumlah toko lain. Hasilnya adalah rata-rata omzet toko di luar tiga besar. Bandingkan dengan omzet yang Anda butuhkan.
Omzet yang dibutuhkan datang dari target laba. Bagi target laba bulanan dengan laba per pesanan untuk mendapat jumlah pesanan, lalu kalikan dengan harga jual. Di contoh berikut targetnya Rp1.500.000 laba per bulan. Kalau omzet yang dibutuhkan lebih besar dari rata-rata toko di luar tiga besar, Anda harus mengalahkan toko rata-rata sejak awal, dan itu berat untuk pendatang baru.
Contoh hitung: tiga keyword sampai keputusan
Semua keyword, produk, toko, modal, dan omzet di bagian ini adalah data contoh yang kami susun untuk artikel, bukan data Shopee. Tarifnya memakai tarif resmi di atas. Kartu di gambar dihasilkan oleh Riset Market Risetika versi 1.0.23 dari data contoh tersebut.
Skenario A: botol minum 2 liter, pasar besar tetapi tertutup
Modal Rp38.000 dan kemasan Rp1.500. Harga tengah Rp66.000. Laba per pesanan Rp7.694. Target butuh 195 pesanan, atau omzet Rp12.870.000 sebulan. Rata-rata toko di luar tiga besar hanya Rp6.269.321 (data contoh: 70 toko). Keputusan: lewati. Target Anda dua kali omzet toko rata-rata di pasar yang sulit dimasuki.
Skenario B: rak bumbu dapur, skor bagus tetapi rugi
Modal Rp31.000 dan kemasan Rp1.500. Harga tengah Rp45.000. Hasilnya rugi Rp1.845 per pesanan kalau semua pesanan datang dari iklan. Tanpa iklan pun hanya tersisa Rp3.150. Keputusan: tunda sampai modal turun. Supaya tersisa laba Rp5.000, modal barang harus turun ke Rp24.155 atau lebih rendah. Kalau pemasok tidak bisa memberi harga itu, lewati.
Skenario C: organizer laci, pasar lebih kecil tetapi lolos
Modal Rp24.000 dan kemasan Rp1.500. Harga Rp53.000, sekitar tengah rentang. Laba per pesanan Rp10.827. Target butuh 139 pesanan, atau omzet Rp7.367.000 sebulan. Rata-rata toko di luar tiga besar Rp8.395.580 (data contoh: 20 toko). Keputusan: lanjut ke uji stok kecil.
Angka modal dan potongan ini bisa Anda coba sendiri lewat Kalkulator ROAS halaman produk.
Perbandingan dan cek balik
| Per pesanan | A | B | C |
|---|---|---|---|
| Harga jual | Rp66.000 | Rp45.000 | Rp53.000 |
| Admin 10% | Rp6.600 | Rp4.500 | Rp5.300 |
| Gratis Ongkir XTRA | Rp3.630 | Rp3.600 | Rp4.240 |
| Proses pesanan | Rp1.250 | Rp1.250 | Rp1.250 |
| Modal + kemasan | Rp39.500 | Rp32.500 | Rp25.500 |
| Sisa sebelum iklan | Rp15.020 | Rp3.150 | Rp16.710 |
| Iklan + PPN 11% | Rp7.326 | Rp4.995 | Rp5.883 |
| Laba | Rp7.694 | -Rp1.845 | Rp10.827 |
Cek balik Skenario C: Rp53.000 dikurangi Rp5.300, Rp4.240, Rp1.250, Rp25.500, dan Rp5.883 menyisakan Rp10.827. Dikali 139 pesanan, labanya Rp1.504.953, sedikit di atas target Rp1.500.000.
Kalau memilih hanya dari omzet pasar, Anda akan mengambil Skenario A, karena omzet pasarnya sekitar tujuh kali Skenario C. Padahal tiap pesanan di Skenario A menyisakan Rp3.133 lebih sedikit dan butuh 56 pesanan lebih banyak untuk target yang sama. Kalau memilih hanya dari skor, Skenario B terlihat layak, padahal harga pasarnya tidak menutup modal Anda.
Bila tarif Gratis Ongkir XTRA baru jadi berlaku
Menurut Pusat Edukasi Penjual (dibaca 1 November 2026), mulai 1 Desember 2026 untuk penjual Non-Shopee Mall, bila jadi diberlakukan, biaya Organizer Rumah naik dari 8% menjadi 11,0%, dan maksimalnya menjadi Rp60.000 per kuantitas produk. Hitungan di atas tetap memakai tarif hari ini.
Bila tarif itu berlaku, biaya Gratis Ongkir XTRA Skenario C menjadi Rp5.830 dan labanya turun ke Rp9.237. Target butuh 163 pesanan atau omzet Rp8.639.000, sedikit di atas rata-rata toko Rp8.395.580. Jadi keputusannya berubah dari lolos menjadi mepet. Sebelum belanja stok besar, cek lagi halaman resminya dan hitung ulang kalau harga jual perlu dinaikkan.
Setelah lolos: uji dengan stok kecil
Tiga cek hanya memakai data pasar. Mereka belum membuktikan bahwa produk Anda sendiri akan dibeli. Karena itu, langkah terakhir adalah uji kecil:
- Baca keluhan pembeli di produk pesaing. Cari masalah yang berulang, misalnya ukuran atau bahan. Ini bisa menjadi alasan orang memilih produk Anda.
- Tentukan batas rugi sebelum mulai. Tulis jumlah stok dan total biaya iklan yang siap Anda relakan kalau uji gagal. Cara menghitung jumlah stoknya ada di cara menghitung stok minimum.
- Pasang listing dan iklan. Panduan awalnya ada di cara pasang iklan Shopee.
- Bandingkan laba nyata dengan hitungan. Setelah sekitar 30 hari (patokan kasar), bandingkan ROAS, harga jual nyata, dan biaya yang benar-benar terpotong dengan hitungan awal. Gunakan cara evaluasi iklan Shopee untuk membaca hasil iklannya.
Kalau labanya mendekati hitungan dan pesanan terus masuk, tambah stok bertahap. Kalau tidak, catat sebabnya dan pindah ke keyword berikutnya di daftar Anda. Karena produk winning tidak punya definisi resmi, ukurlah dari laba yang benar-benar tersisa di toko Anda.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa bedanya produk winning dan produk terlaris?
Produk terlaris hanya berarti angka terjualnya tinggi. Produk winning di artikel ini juga harus menyisakan laba bagi Anda dan masih memberi ruang bagi pendatang baru. Produk terlaris bisa gagal di dua syarat itu.
Apakah produk winning di TikTok juga winning di Shopee?
Belum tentu. Biaya, pesaing, dan harga pasarnya bisa berbeda, jadi produk dari TikTok tetap perlu dihitung ulang dengan keyword dan potongan Shopee sebelum Anda membeli stok.
Apakah Skor Peluang tinggi berarti produknya pasti untung?
Tidak. Skor Peluang hanya membaca keadaan pasar dan masih berupa perkiraan. Skor itu tidak mengetahui modal Anda, jadi laba per pesanan tetap harus dihitung terpisah.
Bisakah mencari produk winning tanpa tools?
Bisa. Urutkan hasil pencarian menurut Terlaris, catat harga, terjual 30 hari, toko, dan umur listing, lalu hitung di spreadsheet. Cara ini gratis, tetapi biasanya hanya produk teratas yang sempat dicatat.
Baca angka pasarnya sendiri
Risetika menempelkan estimasi omzet, rentang harga, dan umur listing langsung di hasil pencarian Shopee. Coba gratis 3 hari.