Margin Keuntungan Shopee: Hitung Batas Iklan
Hitung margin keuntungan Shopee setelah HPP, biaya toko, dan iklan. Bandingkan tiga skenario, bedakan markup, lalu tentukan batas biaya iklan per pesanan.
Margin keuntungan Shopee dihitung dengan membagi laba dengan penjualan, lalu dikalikan 100%. Untuk menilai satu pesanan, kurangi harga jual dengan modal barang, kemasan, potongan toko, dan biaya iklan terlebih dahulu. Sisa ini masih perlu menutup biaya tetap sebelum bisa disebut laba bersih toko.
Margin yang mana yang sedang dihitung?
Persentase margin tidak banyak membantu kalau biaya yang masuk belum jelas. Dua penjual bisa sama-sama menyebut margin, tetapi yang satu baru mengurangi modal barang, sementara yang lain sudah mengurangi iklan. Hasilnya tidak bisa dibandingkan langsung.
Gunakan tiga lapisan berikut agar tahu keputusan yang bisa diambil dari masing-masing angka:
- Margin kotor: penjualan dikurangi harga pokok penjualan (HPP), yaitu biaya barang yang terjual. Angka ini menunjukkan ruang awal untuk membayar biaya penjualan dan operasional.
- Margin kontribusi: penjualan dikurangi HPP dan biaya yang mengikuti pesanan, termasuk kemasan, potongan marketplace, serta iklan yang dialokasikan ke pesanan itu. Sisanya menyumbang untuk menutup biaya tetap.
- Margin bersih toko: laba bersih dalam satu periode dibagi penjualan pada periode yang sama. Laba ini sudah memperhitungkan biaya tetap dan biaya lain yang relevan, termasuk pajak yang menjadi beban usaha.
Contoh di bawah memakai margin kontribusi per pesanan. Alasannya praktis: Anda sedang memutuskan apakah produk masih memberi ruang untuk biaya toko ketika biaya iklan berubah. Hitungan ini bukan pengganti laporan laba rugi, dan belum menyatakan laba bersih bulanan.
Untuk menghitung jumlah pesanan yang diperlukan agar biaya tetap tertutup, lanjutkan dengan BEP penjualan Shopee. Margin positif per pesanan dan toko impas setiap bulan adalah dua pemeriksaan yang berbeda.
Bedakan margin keuntungan dengan markup
Margin memakai harga jual sebagai pembagi. Markup memakai modal barang. Perbedaan pembagi ini dijelaskan oleh AccountingCoach dalam pembahasan margin dan markup; karena itu, menaikkan modal sekian persen tidak otomatis menghasilkan margin dengan persentase yang sama.
Misalkan HPP barang Rp60.000 dan harga jualnya Rp100.000. Selisih awalnya Rp40.000. Sebelum biaya penjualan lain dihitung:
- Margin kotor = Rp40.000 ÷ Rp100.000 × 100% = 40%.
- Markup = Rp40.000 ÷ Rp60.000 × 100% = 66,67%, dibulatkan.
Barang yang sama memiliki markup 66,67%, tetapi margin kotornya 40%. Kedua angka itu benar. Yang salah adalah memakai angka markup sebagai sisa persentase penjualan yang tersedia untuk iklan.
Lebih jauh lagi, margin kotor 40% belum memasukkan kemasan dan potongan toko. Definisi margin kotor dari Xero juga membedakan laba setelah biaya barang dari laba setelah biaya operasional. Jangan menjadikan selisih harga dan HPP sebagai uang yang sudah bebas dibelanjakan.
Kumpulkan biaya sebelum menghitung margin
Mulai dari penjualan produk setelah diskon yang Anda tanggung, bukan harga coret. Lalu gunakan rincian pesanan dan biaya dari periode yang sama. Jika satu pesanan berisi beberapa barang, pembagian biaya per pesanan ke setiap barang harus konsisten; jangan membebankan seluruh biaya pesanan ke setiap unit.
- HPP: biaya barang yang benar-benar terjual. Masukkan komponen yang memang menjadi biaya perolehan barang. Panduan cara menghitung HPP jualan online membantu memisahkan stok tersisa dari barang terjual.
- Biaya pengemasan: kantong, kardus, pelindung, atau biaya lain yang bertambah ketika pesanan diproses. Jangan menghitung ulang kemasan yang sudah dimasukkan ke HPP.
- Potongan toko: pakai nominal aktual dalam rincian akun Anda. Periksa kategori dan program yang aktif, dasar pengenaan biaya, serta komponen yang belum masuk kalkulator.
- Iklan: pakai total beban iklan yang Anda tanggung, termasuk komponen tagihan tambahan yang relevan. Tentukan cara membaginya ke pesanan atau gunakan perhitungan agregat satu periode.
Jangan membagi iklan bulan ini dengan penjualan bulan lalu. Jangan pula mengurangkan iklan dua kali, misalnya sekali dari biaya per pesanan dan sekali lagi sebagai total anggaran dalam hitungan yang sama.
Tidak semua penjualan toko berasal dari iklan. Bila seluruh beban iklan dibagi dengan seluruh pesanan selesai, hasilnya adalah alokasi biaya rata-rata untuk membaca ekonomi toko. Angka itu berbeda dari biaya per konversi yang diatribusikan platform ke iklan tertentu.
Artikel ini tidak menetapkan tarif Shopee. Semua nominal potongan dalam contoh berikut adalah data contoh dan asumsi simulasi, bukan tarif resmi. Untuk menghitung toko sendiri, ganti dengan rincian biaya aktual. Perhitungan nominal sengaja dipakai supaya perubahan tarif, batas maksimum, atau dasar potongan tidak disamarkan menjadi satu persentase universal.
Contoh margin keuntungan Shopee dengan tiga skenario
Misalkan Anda menjual satu barang seharga Rp100.000 setelah diskon yang ditanggung toko. HPP Rp60.000, kemasan Rp5.000, dan total potongan toko Rp15.000. Dalam simulasi ini, satu pesanan berisi satu barang, dan seluruh nominal biaya tersebut tetap ketika biaya iklan berubah.
Sisa sebelum iklan = Rp100.000 − Rp60.000 − Rp5.000 − Rp15.000 = Rp20.000. Margin sebelum iklan = Rp20.000 ÷ Rp100.000 × 100% = 20%. Anda menetapkan target contoh margin kontribusi 15%; ini pilihan dalam simulasi, bukan patokan margin ideal semua penjual.
Skenario A: belum membebankan iklan
Biaya iklan yang dialokasikan ke pesanan Rp0. Total biaya per pesanan Rp80.000, sehingga sisa Rp20.000 dan margin kontribusi 20%.
Cek balik: Rp100.000 − Rp60.000 − Rp5.000 − Rp15.000 − Rp0 = Rp20.000. Menambahkan total biaya Rp80.000 dan sisa Rp20.000 mengembalikan harga Rp100.000.
Keputusan: pesanan memenuhi target contoh 15% sebelum biaya tetap. Ini tidak berarti penjualan tanpa iklan pasti tersedia; contoh hanya menguji sisa per pesanan jika beban iklannya nol.
Skenario B: iklan menghabiskan separuh sisa awal
Biaya iklan yang dialokasikan ke pesanan naik menjadi Rp10.000. Total biaya menjadi Rp90.000. Sisa Rp10.000, sehingga margin kontribusi = Rp10.000 ÷ Rp100.000 × 100% = 10%.
Cek balik: Rp100.000 − Rp60.000 − Rp5.000 − Rp15.000 − Rp10.000 = Rp10.000. Total biaya Rp90.000 ditambah sisa Rp10.000 kembali menjadi Rp100.000.
Keputusan: kontribusi masih positif, tetapi target contoh 15% tidak tercapai. Jangan menyebutnya memenuhi target hanya karena pesanan belum rugi. Periksa biaya iklan, HPP, atau harga jual sebelum menambah belanja iklan.
Skenario C: biaya iklan melewati sisa sebelum iklan
Biaya iklan yang dialokasikan ke pesanan menjadi Rp25.000. Total biaya Rp105.000, melebihi harga jual. Sisa minus Rp5.000, sehingga margin kontribusi minus 5%.
Cek balik: Rp100.000 − Rp60.000 − Rp5.000 − Rp15.000 − Rp25.000 = minus Rp5.000. Total biaya Rp105.000 ditambah sisa minus Rp5.000 kembali menjadi Rp100.000.
Keputusan: pesanan rugi bahkan sebelum biaya tetap dibebankan. Menambah jumlah pesanan dengan biaya yang sama akan memperbesar kekurangan, sehingga sisa per pesanan perlu diperbaiki terlebih dahulu.
Ringkasnya, barang dan harga jualnya sama, tetapi margin berubah dari 20% menjadi 10%, lalu minus 5%. Margin kotor awal tetap 40% karena HPP dan harga tidak berubah. Itulah sebabnya margin kotor saja tidak cukup untuk memutuskan belanja iklan.
Turunkan target margin menjadi batas biaya iklan
Batas iklan bukan seluruh selisih harga jual dan modal. Sisakan dulu kontribusi yang ingin dipertahankan:
Batas biaya iklan per pesanan = sisa sebelum iklan − (target margin kontribusi × harga jual).
Dalam contoh ini, kontribusi target = 15% × Rp100.000 = Rp15.000. Batas iklan = Rp20.000 − Rp15.000 = Rp5.000 per pesanan.
Cek balik target: Rp100.000 − Rp60.000 − Rp5.000 − Rp15.000 − Rp5.000 = Rp15.000. Margin yang tersisa = Rp15.000 ÷ Rp100.000 × 100% = 15%, sama dengan target contoh.
Batas impas per pesanan berbeda: seluruh sisa sebelum iklan, Rp20.000. Menghabiskan jumlah itu untuk iklan membuat kontribusi nol, sehingga tidak ada sisa untuk biaya tetap. Batas Rp5.000 digunakan untuk mempertahankan target contoh; batas Rp20.000 hanya menguji kapan kontribusi habis.
Bila hasil rumus batas iklan negatif, target Anda sudah tidak tercapai meski belum memakai iklan. Menurunkan biaya atau meninjau harga lebih masuk akal daripada memaksakan anggaran iklan negatif. Bila hasilnya nol, target tepat terpenuhi sebelum iklan dan tidak menyediakan ruang tambahan untuk iklan pada asumsi tersebut.
Untuk menghubungkan biaya iklan sebagai persentase penjualan, baca ACOS Shopee dan batas biaya iklan. Perbandingan hanya berguna jika penjualan serta biaya memakai dasar dan periode yang sama.
Baca margin sebelum iklan di kalkulator Risetika
Ketika rincian biaya berubah, mengulang hitungan manual mudah menyebabkan satu komponen tertinggal. Kalkulator Target ROAS Risetika menghitung sisa setelah harga jual dikurangi HPP, operasional, dan komponen biaya yang diisi. Gunakan hasil sebelum iklan itu sebagai titik awal, lalu kurangi beban iklan dan biaya lain yang belum masuk.
Pada layar, komponen biaya dalam persen berjumlah 13,75%. Setelah ditambah proses nominal Rp1.250, total biayanya Rp15.000. Nominal proses itu juga input simulasi, bukan pernyataan tarif yang berlaku untuk akun Anda.
Istilah Profit Kotor / produk pada layar jangan disamakan dengan margin kotor akuntansi yang hanya mengurangi HPP. Dalam contoh ini, kalkulator juga sudah mengurangi operasional dan biaya toko yang diisi, sehingga hasilnya Rp20.000, bukan selisih harga dan HPP Rp40.000.
Label tier dan saran margin pada layar adalah hasil dari input kalkulator, bukan bukti bahwa produk akan laku atau laba bersih toko sudah tercapai. Periksa kembali setiap biaya di akun Anda. Komponen yang belum dimasukkan tetap perlu diperhitungkan; kalkulator tidak menggantikan laporan keuangan.
Setelah sisa per pesanan jelas, gunakan perhitungan keuntungan jualan di Shopee untuk melanjutkan ke biaya toko satu periode. Tujuannya menjaga keputusan iklan tetap terhubung dengan laba usaha.
Jangan merata-ratakan margin tiap produk
Untuk beberapa produk, jumlahkan dulu penjualan dan laba pada lapisan biaya yang sama. Baru bagi total laba dengan total penjualan. Jangan merata-ratakan persentase margin tanpa mempertimbangkan besar penjualannya.
Contoh tambahan dengan data simulasi: produk A memiliki penjualan Rp100.000 dan laba kotor Rp40.000, sehingga margin kotornya 40%. Produk B memiliki penjualan Rp200.000 dan laba kotor Rp5.000, sehingga margin kotornya 2,5%.
Rata-rata polos persentasenya 21,25%, tetapi margin kotor gabungan yang benar = (Rp40.000 + Rp5.000) ÷ (Rp100.000 + Rp200.000) × 100% = 15%. Produk B menyumbang penjualan lebih besar, jadi pengaruhnya pada margin gabungan juga lebih besar.
Gunakan cara yang sama saat menilai toko pada satu periode. Bila ingin melihat margin kontribusi, jumlahkan kontribusinya. Bila ingin melihat margin bersih, gunakan laba bersih. Mencampurkan laba kotor satu produk dengan laba setelah iklan produk lain akan membuat hasil yang tampak rapi tetapi tidak menjawab pertanyaan yang sama.
Hitungan ini untuk edukasi dan perencanaan usaha, bukan jaminan keuntungan. Hasil toko bergantung pada biaya aktual serta penjualan yang benar-benar terjadi.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana menulis rumus margin di Excel?
Jika penjualan ada di kolom A dan laba pada lapisan biaya yang Anda pilih ada di kolom B, gunakan =B2/A2 lalu format sel sebagai persen. Hindari pembagian ketika penjualan nol. Jangan mengalikan lagi dengan seratus bila sel sudah memakai format persen.
Apakah margin negatif berarti HPP salah?
Belum tentu. Margin bisa negatif karena harga terlalu rendah atau biaya penjualan melebihi sisa setelah HPP. Periksa rincian input, lalu bedakan kesalahan pencatatan dari pesanan yang memang rugi.
Apakah uang yang cair ke saldo penjual sudah menjadi laba?
Penerimaan dana tidak otomatis sama dengan laba. Untuk menghitung laba, biaya barang yang terjual dan biaya usaha yang belum tercermin dalam penerimaan itu tetap perlu diperhitungkan.
Bagaimana memilih target margin untuk toko sendiri?
Mulai dari kontribusi yang dibutuhkan untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba pada jumlah pesanan yang realistis. Uji dengan biaya aktual serta perubahan biaya iklan. Target contoh dalam artikel adalah input simulasi, bukan angka ideal semua kategori.
Baca angka pasarnya sendiri
Risetika menempelkan estimasi omzet, rentang harga, dan umur listing langsung di hasil pencarian Shopee. Coba gratis 3 hari.