Semua artikel

RISET PRODUK

BEP Penjualan Shopee: Berapa Pesanan agar Impas?

BEP penjualan Shopee dihitung dari biaya tetap dan sisa per pesanan. Bandingkan skenario biaya iklan, target laba, dan cek balik agar tidak salah hitung.

BEP penjualan Shopee dalam jumlah pesanan = biaya tetap bulanan dibagi sisa uang per pesanan setelah harga pokok penjualan (HPP), kemasan, potongan marketplace, dan iklan, lalu dibulatkan ke atas. Misalnya, dengan biaya tetap Rp 2.000.000 dan sisa Rp 20.000 per pesanan, toko baru impas pada 100 pesanan selesai dalam sebulan. Sisa per pesanan harus positif; menambah penjualan yang selalu rugi tidak akan menutup biaya tetap.

Apa yang dimaksud BEP penjualan Shopee?

BEP, singkatan dari break-even point, adalah titik saat pendapatan menutup seluruh biaya yang Anda masukkan dalam perhitungan. Laba pada titik itu nol. BEP membantu menjawab pertanyaan yang lebih berguna daripada “omzet saya sudah besar belum”: berapa pesanan yang harus selesai agar biaya toko bulan ini tertutup?

Rumus dasarnya mengikuti pemisahan biaya tetap dan biaya variabel dalam modul kewirausahaan Kemendikbud. Untuk toko online, biaya variabel perlu memasukkan potongan marketplace dan biaya iklan yang berubah mengikuti penjualan.

BEP bulanan berbeda dari BEP ROAS. BEP ROAS membandingkan omzet iklan dengan biaya iklan pada suatu margin produk. Toko bisa melewati BEP ROAS tetapi masih rugi sebulan karena sewa, gaji, atau biaya tetap lain belum tertutup.

Pisahkan biaya per pesanan dan biaya tetap

Mulai dari satu bulan yang sama. Gunakan harga yang benar-benar diterima setelah diskon atau voucher yang Anda tanggung, lalu periksa rincian potongan dari transaksi toko sendiri. Jangan mencampur harga normal katalog dengan pendapatan setelah diskon.

  • Biaya per pesanan: HPP barang yang terjual, packing, potongan marketplace, komisi yang Anda tanggung, dan iklan bila dihitung per pesanan. Panduan menghitung keuntungan jualan di Shopee membantu memeriksa bagian ini.
  • Biaya tetap bulanan: sewa, gaji tetap, langganan alat, serta biaya lain yang tetap dibayar dalam rentang penjualan yang Anda rencanakan. Kalau tenaga packing dibayar per pesanan, masukkan ke biaya per pesanan.

Rumus sisa per pesanan, juga disebut margin kontribusi, adalah harga jual dikurangi seluruh biaya per pesanan. Kata “kontribusi” berarti sisa ini masih harus dipakai menutup biaya tetap. Jadi, angka itu belum sama dengan laba bersih bulanan.

Modal membeli stok awal juga jangan dihitung dua kali. HPP barang terjual sudah masuk biaya per pesanan; stok yang belum laku masih perlu dipantau sebagai kebutuhan kas. Untuk merencanakan uang yang harus tersedia, gunakan hitungan modal awal jualan di Shopee secara terpisah.

Contoh BEP dan target laba dengan tiga skenario

Berikut data contoh untuk toko yang menjual satu barang pada setiap pesanan. Harga jual Rp 100.000, HPP Rp 50.000, packing Rp 5.000, dan total potongan marketplace Rp 15.000 per pesanan. Angka potongan ini sengaja dipakai untuk simulasi, bukan tarif resmi Shopee; ganti dengan rincian biaya toko Anda sendiri.

Sebelum iklan, sisanya Rp 100.000 − Rp 50.000 − Rp 5.000 − Rp 15.000 = Rp 30.000 per pesanan. Biaya tetap contoh Rp 2.000.000 per bulan, dan target laba setelah seluruh biaya yang dimasukkan adalah Rp 1.000.000. Biaya iklan contoh di bawah adalah biaya total yang ditanggung toko, termasuk pajak atau biaya tambahan bila ada.

Skenario A: iklan Rp 10.000 per pesanan

Margin kontribusi = Rp 30.000 − Rp 10.000 = Rp 20.000. BEP = Rp 2.000.000 ÷ Rp 20.000 = 100 pesanan. Omzet pada BEP = 100 × Rp 100.000 = Rp 10.000.000.

Untuk target laba, rumusnya adalah (biaya tetap + target laba) dibagi margin kontribusi. Hasilnya (Rp 2.000.000 + Rp 1.000.000) ÷ Rp 20.000 = 150 pesanan.

Cek balik: pada BEP, 100 × Rp 20.000 − Rp 2.000.000 = Rp 0. Pada target, 150 × Rp 20.000 − Rp 2.000.000 = Rp 1.000.000. Harga Rp 100.000 tadi sudah dikurangi HPP, packing, potongan marketplace, dan iklan sebelum dikalikan jumlah pesanan.

Skenario B: iklan naik menjadi Rp 20.000 per pesanan

Harga, HPP, packing, potongan marketplace, dan biaya tetap tidak berubah. Margin kontribusi turun menjadi Rp 30.000 − Rp 20.000 = Rp 10.000. BEP kini Rp 2.000.000 ÷ Rp 10.000 = 200 pesanan; untuk laba Rp 1.000.000 perlu 300 pesanan.

Cek balik: 200 × Rp 10.000 − Rp 2.000.000 = Rp 0. Pada target laba, 300 × Rp 10.000 − Rp 2.000.000 = Rp 1.000.000. Omzet per pesanan sama, tetapi kebutuhan pesanan naik karena uang yang tersisa lebih sedikit.

Misalkan kapasitas toko hanya 180 pesanan sebulan. Pada Skenario A, laba contoh 180 × Rp 20.000 − Rp 2.000.000 = Rp 1.600.000, sehingga target tercapai. Pada Skenario B, hasilnya 180 × Rp 10.000 − Rp 2.000.000 = rugi Rp 200.000. Dengan kapasitas itu, biaya iklan perlu diperbaiki sebelum mengejar penjualan tambahan.

Skenario C: biaya tetap ikut naik

Gunakan biaya iklan dan kontribusi yang sama seperti Skenario B, tetapi biaya tetap menjadi Rp 2.500.000. BEP = Rp 2.500.000 ÷ Rp 10.000 = 250 pesanan. Target laba Rp 1.000.000 memerlukan (Rp 2.500.000 + Rp 1.000.000) ÷ Rp 10.000 = 350 pesanan.

Cek balik: 250 × Rp 10.000 − Rp 2.500.000 = Rp 0. Untuk target laba, 350 × Rp 10.000 − Rp 2.500.000 = Rp 1.000.000. Dengan asumsi kapasitas masih 180 pesanan, menambah biaya tetap membuat rencana semakin jauh dari impas.

  • Skenario A: kontribusi Rp 20.000; impas 100 pesanan; target laba 150 pesanan.
  • Skenario B: kontribusi Rp 10.000; impas 200 pesanan; target laba 300 pesanan.
  • Skenario C: kontribusi Rp 10.000; impas 250 pesanan; target laba 350 pesanan.

Angka ini adalah hasil matematika dari input contoh, bukan bukti pasar sanggup memberi pesanan sebanyak itu. Cocokkan kebutuhan pesanan dengan penjualan selesai toko sendiri dan kemampuan memenuhi pesanan. Untuk mengecek apakah pasar sanggup memberi pesanan sebanyak itu, dan memecahnya ke target harian, lihat cara menentukan target penjualan per bulan.

Jangan menghitung biaya iklan dua kali

Contoh tadi memakai iklan per pesanan. Model ini cocok untuk simulasi ketika Anda memperkirakan pengeluaran iklan berubah mengikuti jumlah pesanan. Baca cara menghitung CPA Shopee untuk membedakan biaya per konversi dari biaya per pesanan; keduanya tidak otomatis sama.

Jika yang direncanakan justru anggaran iklan tetap Rp 1.000.000 sebulan, modelnya berbeda. Tambahkan anggaran itu ke biaya tetap Rp 2.000.000, lalu gunakan kontribusi sebelum iklan Rp 30.000. BEP = (Rp 2.000.000 + Rp 1.000.000) ÷ Rp 30.000 = 100 pesanan.

Cek balik model anggaran tetap: 100 × Rp 30.000 − Rp 2.000.000 − Rp 1.000.000 = Rp 0. Hasilnya sama dengan Skenario A hanya pada jumlah pesanan contoh itu. Pada 150 pesanan, model anggaran tetap menghasilkan 150 × Rp 30.000 − Rp 3.000.000 = Rp 1.500.000, sedangkan model iklan per pesanan Skenario A menghasilkan Rp 1.000.000. Jangan menganggap biaya iklan per pesanan akan tetap sama saat jumlah penjualan berubah.

Kalau anggaran Rp 1.000.000 sudah ditambahkan ke biaya tetap, jangan mengurangi iklan Rp 10.000 lagi dari tiap pesanan untuk biaya iklan yang sama. Cara ganda itu menghasilkan Rp 3.000.000 ÷ Rp 20.000 = 150 pesanan, padahal model anggaran tetap tadi impas pada 100 pesanan. Pilih satu cara pencatatan untuk pengeluaran yang sama.

Biaya per pesanan dari laporan lama adalah titik awal, bukan jaminan hasil iklan berikutnya. Gunakan rentang hasil toko sendiri untuk menguji rencana, lalu hitung ulang jika biaya memperoleh pesanan berubah.

Ambil margin per pesanan dari kalkulator Risetika

Menjumlahkan potongan satu per satu mulai merepotkan saat kategori, program, dan biaya lain berbeda. Kalkulator Target ROAS Risetika menerima harga jual, HPP, dan operasional, lalu merinci komponen biaya. Gunakan hasilnya sebagai dasar memeriksa sisa sebelum iklan, setelah seluruh isian dicocokkan dengan potongan aktual toko Anda.

Data contoh kalkulator Risetika: harga Rp 100.000, HPP Rp 50.000, operasional Rp 5.000, total biaya simulasi Rp 15.000, profit kotor Rp 30.000 sebelum iklan dan biaya tetap
Data contoh, bukan tarif Shopee. UI asli Risetika diisi dengan angka simulasi artikel. Profit kotor Rp 30.000 masih perlu dikurangi iklan dan biaya tetap. Angka persen komponen biaya di layar belum termasuk biaya proses nominal; baca total rupiahnya.

Pada contoh itu, sisa sebelum iklan Rp 30.000. Kurangi biaya iklan per pesanan sesuai model yang dipilih untuk mendapatkan kontribusi Rp 20.000 pada Skenario A atau Rp 10.000 pada Skenario B. Setelah itu, hitung BEP bulanan dengan membagi biaya tetap memakai kontribusi tersebut.

Kalkulator ROAS tidak otomatis menghitung BEP pesanan bulanan. Biaya tetap, target laba, dan jumlah pesanan tetap perlu dihitung terpisah. Label margin atau ROAS di layar juga tidak membuktikan laba bersih toko; periksa biaya yang belum masuk, termasuk potongan khusus jenis toko Anda.

Kesalahan hitung yang membuat toko terlihat cepat impas

Kesalahan yang mudah terjadi adalah hanya memakai harga dikurangi HPP. Pada data contoh, Rp 2.000.000 ÷ (Rp 100.000 − Rp 50.000) menghasilkan 40 pesanan. Padahal kontribusi setelah semua biaya Skenario A hanya Rp 20.000; 40 × Rp 20.000 − Rp 2.000.000 masih rugi Rp 1.200.000.

Kesalahan lain adalah membulatkan hasil ke bawah. Jika biaya tetap contoh Rp 2.050.000 dan kontribusi Rp 20.000, BEP = 102,5 pesanan. Bulatkan ke 103 pesanan; cek balik 103 × Rp 20.000 − Rp 2.050.000 menyisakan Rp 10.000, sehingga biaya sudah tertutup.

Terakhir, samakan pembaginya. Untuk pesanan berisi beberapa barang, hitung pendapatan dan biaya per pesanan, termasuk seluruh barang di dalamnya. Jangan membagi biaya tetap dengan kontribusi per barang lalu menyebut hasilnya jumlah pesanan.

Setelah angka sendiri terkumpul, simpan harga, HPP, biaya per pesanan, biaya tetap, dan target laba pada satu lembar kerja. Hitung ulang sebelum mengubah iklan atau menambah biaya rutin. BEP adalah batas rencana berdasarkan input tersebut, bukan janji penjualan.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana menghitung BEP kalau tokonya menjual banyak produk?

Gunakan kontribusi rata-rata tertimbang berdasarkan komposisi pesanan yang benar-benar terjadi. Produk bermargin tipis dan tebal jangan dirata-ratakan begitu saja. Jika komposisi penjualan berubah, hitung ulang BEP; jumlah pesanan lama bisa tidak lagi cukup.

Apakah BEP bulanan sama dengan balik modal stok awal?

BEP bulanan menunjukkan apakah pendapatan bulan itu menutup biaya yang dimasukkan dalam hitungan. Balik modal awal membutuhkan pemantauan kas dan investasi awal secara terpisah. Stok yang belum terjual juga bisa membuat kas terasa sempit meski perhitungan laba sudah positif.

Apa yang harus dilakukan kalau margin kontribusi nol atau negatif?

Dengan model biaya tersebut, menambah pesanan belum bisa menutup biaya tetap. Periksa harga setelah diskon, HPP, potongan marketplace, dan biaya memperoleh pesanan. Ubah biaya atau harga dulu, lalu hitung ulang kontribusi sebelum menentukan target pesanan.

Apakah nilai BEP ini menjamin toko mendapat pesanan?

Tidak. BEP hanya memberi jumlah pesanan minimum berdasarkan input, bukan ukuran permintaan pasar. Bandingkan dengan riwayat pesanan selesai dan kapasitas toko, lalu uji apakah rencana iklan dan penjualannya masuk akal.

Baca angka pasarnya sendiri

Risetika menempelkan estimasi omzet, rentang harga, dan umur listing langsung di hasil pencarian Shopee. Coba gratis 3 hari.