Semua artikel

RISET PRODUK

Cara Melihat Toko Terlaris di Shopee

Cara melihat toko terlaris di Shopee per keyword: susun peringkat omzet per toko, baca seluruh katalognya, lalu putuskan toko mana yang layak jadi acuan.

Di halaman resmi Shopee yang kami baca, tidak ada daftar toko terlaris untuk semua penjual, jadi Anda perlu menyusunnya sendiri per keyword: jumlahkan omzet 30 hari tiap toko, ambil tiga sampai lima teratas, lalu bandingkan omzet per produknya. Angka per produk itu penting karena toko dengan katalog besar cenderung terlihat lebih besar. Di contoh tiga toko di bawah, urutannya berbalik begitu katalognya dihitung.

Pertanyaan yang mirip, yaitu berapa omset satu toko tertentu, sudah dibahas di cara melihat omset toko orang lain di Shopee. Artikel ini menjawab langkah sebelumnya: toko mana yang perlu Anda lihat, dan apa arti kata terlaris untuk keputusan Anda.

Yang tersedia di Shopee dan batasnya

Empat jalur ini sering disebut sebagai cara melihat toko terlaris. Halaman sumbernya kami baca pada 2 November 2026, dan hanya satu yang memang membahas toko.

  • Toko Populer di Shopee Affiliate, untuk peserta affiliate. Menampilkan toko menurut rating tertinggi, penjualan tertinggi, dan komisi kompetitif. Bisa disaring menurut kategori, jenis toko (Mall, Star+, Star), dan tipe penjual. Halaman bantuannya tidak menyebut angka omzet, dan kami belum mengujinya karena butuh akun affiliate.
  • Urutan Terlaris di hasil pencarian, untuk semua orang. Yang diurutkan produk, bukan toko. Angka di kartu adalah total sejak tayang, dan angka besar dibulatkan.
  • Produk Terlaris di Seller Centre, untuk penjual. Menampilkan 30 produk terlaris per sub-kategori menurut jumlah terjual 30 hari terakhir. Isinya tetap produk, dan panduan resminya bertanggal Juli 2025, jadi tampilannya bisa berubah.
  • Performa Toko > Tinjauan > Produk, untuk penjual. Berisi performa produk toko Anda sendiri, tidak berisi toko lain.

Kalau Anda affiliate yang mencari toko untuk dipromosikan, Toko Populer adalah tempat mulai yang masuk akal. Kalau Anda penjual yang ingin tahu siapa yang menguasai pasar produk Anda, keempatnya belum menjawab, karena Anda butuh omzet per toko di satu keyword.

Langkah 1: susun peringkat toko dari satu keyword

Kata terlaris baru punya arti di dalam satu pasar. Toko kaos dan toko skincare tidak bersaing, jadi mulai dari keyword produk yang ingin Anda jual, misalnya "kaos polos pria".

  1. Cari keyword itu di Shopee dengan ekstensi Risetika aktif. Kartu Riset Market mengumpulkan produknya. Tekan Muat lebih banyak kalau produk yang terkumpul masih sedikit.
  2. Buka dashboard, pilih menu Riset Pasar, lalu pilih keyword tadi.
  3. Gulir ke kartu Omzet per Toko. Kartu ini menjumlahkan omzet 30 hari per toko dan menampilkan delapan toko teratas, lalu sisanya digabung jadi satu baris.
Kartu Omzet per Toko di Riset Pasar Risetika, data contoh keyword kaos polos pria: contoh.satu.andalan Rp 78 Jt dari 1 produk, contoh.fokus.kaos Rp 62 Jt dari 8 produk, contoh.grosir.kaos Rp 58 Jt dari 20 produk, tiga toko teratas memegang 83 persen.
Peringkat toko di satu keyword (data contoh). Nama toko dan semua angka di gambar ini rekaan. Baris bertulis Toko # berarti namanya belum terbaca, dan namanya muncul setelah tokonya dibuka.

Kalau lebih suka Excel atau Google Sheets, unduh CSV dari baris kontrol hasil pencarian. Nama toko ada di kolom C (Toko) dan omzet di kolom J (Omzet 30 Hari), jadi omzet satu toko dihitung dengan rumus ini:

=SUMIF(C:C;"nama toko";J:J)

Excel dengan pengaturan bahasa Inggris memakai koma sebagai pemisah, bukan titik koma. Jumlah produknya dihitung dengan =COUNTIF(C:C;"nama toko"). Cara ini hanya jalan untuk toko yang namanya sudah terbaca, karena hasil pencarian Shopee sering hanya membawa nomor toko.

Dari gambar di atas, inilah pembacaan pasarnya. Semua angka di tabel ini data contoh. Supaya ringkas, tabel menyebut tiga toko teratas dengan kata tengah namanya: andalan (contoh.satu.andalan), fokus (contoh.fokus.kaos), dan grosir (contoh.grosir.kaos).

TokoProdukOmzet 30 hariPorsi
andalan1Rp 78 juta32,5%
fokus8Rp 62 juta25,8%
grosir20Rp 58 juta24,2%
6 toko lain31Rp 42 juta17,5%
Total60Rp 240 juta100%

Hitung baliknya: Rp 78.000.000 + Rp 62.000.000 + Rp 58.000.000 + Rp 42.000.000 = Rp 240.000.000. Tiga toko teratas memegang 82,5%, yang di kartu dibulatkan jadi 83%. Peringkat ini hanya menghitung produk yang muncul di keyword itu, bukan seluruh katalog toko. Itu sebabnya perlu langkah berikutnya. Cara membaca angka 83% sebagai tingkat persaingan ada di cara melihat persaingan produk di Shopee.

Langkah 2: buka tiap toko dan baca seluruh katalognya

Klik nama toko di kartu tadi untuk membuka halamannya di Shopee. Di halaman toko, Riset Toko mengumpulkan katalognya dan menyimpannya ke dashboard. Lakukan untuk tiga sampai lima toko teratas, lalu buka menu Riset Toko.

Ringkasan Riset Toko Risetika untuk toko rekaan contoh.fokus.kaos, data contoh: pendapatan 30 hari Rp 147.3 Jt, 24 produk, harga Rp 69 Rb sampai Rp 119 Rb, median Rp 89.000, 92 persen produk punya penjualan 30 hari, rating 4,8.
Ringkasan satu toko (data contoh). Baca empat kotak dulu: Pendapatan 30 Hari, Total Produk Toko, Punya Penjualan 30 Hari, dan Median Harga.

Sekarang Anda punya dua angka per toko: omzet di keyword Anda, dan omzet seluruh katalog. Kalau keduanya jauh berbeda, toko itu besar di pasar lain dan keyword Anda hanya sampingan baginya.

Contoh hitung: tiga toko, tiga jawaban terlaris

Ketiga toko dari keyword tadi sekarang dibaca seluruh katalognya. Toko, produk, dan angkanya rekaan, dibuat untuk contoh ini. Terjual dan omzet dihitung 30 hari terakhir.

grosirfokusandalan
Total produk1202415
Produk laku54 (45%)22 (92%)14 (93%)
Terjual (pcs)6.4291.6201.540
Omzet (Rp juta)216147,396,6
Omzet per produk (Rp juta)1,806,146,44
Porsi 3 teratas6,9%27,9%86,8%
Per produk tanpa nomor 1 (Rp juta)1,775,761,33

Menurut terjual dan omzet, toko grosir juara. Menurut omzet per produk, toko andalan juara. Setelah produk nomor 1 dikeluarkan, toko fokus yang menang. Tiga jawaban ini membawa ke tiga keputusan.

Perbandingan dua toko rekaan di Riset Toko Risetika, data contoh: contoh.grosir.kaos pendapatan Rp 216 Jt dengan rata-rata omzet per produk Rp 1.8 Jt, contoh.fokus.kaos Rp 147.3 Jt dengan Rp 6.1 Jt, plus peringatan jumlah produk 120 lawan 24.
Bandingkan dua toko (data contoh). Peringatan muncul kalau jumlah produk berselisih lebih dari 10%. Dalam kasus itu, baca baris Rata-rata Omzet / Produk.

Skenario A: omzet besar dari katalog yang lebar

Rp 215.987.000 dibagi 120 produk = Rp 1.799.892 per produk. Cek balik: Rp 1.799.892 x 120 = Rp 215.987.040, selisih Rp 40 karena pembulatan. Hanya 54 dari 120 produk yang laku dalam 30 hari, jadi 66 produk lain belum menghasilkan apa pun.

Keputusan: jangan tiru lebar katalognya kalau modal Anda hanya cukup untuk sedikit produk. Yang boleh diambil adalah pelajaran rentang harganya. Di contoh ini Rp 29.000 sampai Rp 39.000 dengan 6.429 pcs terjual, yang berarti pekerjaan mengemas juga jauh lebih banyak.

Skenario B: omzet lebih kecil, tapi tersebar

Rp 147.280.000 dibagi 24 produk = Rp 6.136.667 per produk. Cek balik: Rp 6.136.667 x 24 = Rp 147.280.008. Tiga produk teratas hanya memegang 27,9%. Tanpa produk nomor 1 yang beromzet Rp 14.850.000, rata-ratanya masih Rp 5.757.826.

Keputusan: jadikan toko ini acuan utama. Dengan 24 produk, 22 di antaranya laku, jadi polanya bisa ditiru toko kecil. Pelajari harga, foto, dan judul beberapa produknya, bukan satu produk saja.

Skenario C: omzet per produk tertinggi dari satu produk

Rp 96.640.000 dibagi 15 produk = Rp 6.442.667 per produk, tertinggi dari ketiganya. Satu produk memberi Rp 78.000.000. Tanpa produk itu, (Rp 96.640.000 - Rp 78.000.000) dibagi 14 produk = Rp 1.331.429, turun 79%. Cek balik: Rp 1.331.429 x 14 + Rp 78.000.000 = Rp 96.640.006.

Kartu Konsentrasi Omzet Toko di Riset Toko Risetika untuk toko rekaan contoh.satu.andalan, data contoh: 3 produk teratas memegang 87 persen omzet, produk nomor 1 Rp 78 Jt atau 80,7 persen, kesimpulan toko ini bergantung pada 3 produk.
Toko yang hidup dari satu produk (data contoh). Risetika menulis kesimpulan ini kalau 3 produk teratas memegang 60% omzet atau lebih. Angka 60% itu patokan kasar dari produk kami, bukan aturan Shopee.

Keputusan: pelajari produknya, bukan tokonya. Yang menarik adalah kenapa satu produk itu laku: keyword, harga, dan ulasannya. Toko ini juga rentan, karena kalau produk andalannya turun, omzetnya ikut jatuh. Bedah produknya dengan cara riset kompetitor di Shopee.

SkenarioJuara menurutYang diambil
A, grosirTerjual dan omzetRentang harga saja
B, fokusPer produk tanpa nomor 1Pola katalognya
C, andalanOmzet per produkSatu produknya

Kapan angka toko terlaris menipu

  • Omzet bukan untung. Omzet di sini harga dikali terjual, belum dikurangi modal dan potongan Shopee. Hitung untungnya dulu dengan cara menghitung keuntungan jualan di Shopee sebelum meniru harga toko lain.
  • Angkanya batas bawah. Angka terjual di halaman toko dibulatkan Shopee, jadi pendapatan toko yang tampil adalah batas bawah. Di CSV, kolom Total Dibulatkan menandai baris seperti itu.
  • Satu bulan bisa menipu. Kampanye besar bisa mengangkat terjual 30 hari sesaat. Kumpulkan toko yang sama bulan berikutnya, karena kartu Tren dari Waktu ke Waktu baru muncul kalau toko dikumpulkan lebih dari sekali.
  • Terjual besar, ulasan sangat sedikit. Ini layak diperiksa lebih teliti. Tanda dan risikonya ada di fake order di Shopee.
  • Voucher tidak terlihat dari luar. Hitungannya memakai harga yang tampil, jadi uang yang diterima penjual bisa lebih kecil.

Kalau belum memakai ekstensi

Cara manualnya bisa, tapi kasar. Cari keyword, pilih urutan Terlaris, buka 20 produk teratas, lalu catat nama tokonya. Toko yang muncul berkali-kali adalah calon toko terlaris di keyword itu. Hasilnya hanya daftar nama tanpa omzet, karena angka di kartu adalah total sejak produk tayang. Produk yang laku keras dua tahun lalu bisa ikut mengangkat toko yang bulan ini sudah sepi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa nama toko terlaris di Shopee?

Kami tidak menulis daftar nama, karena halaman resmi Shopee yang kami baca tidak memberi peringkat toko untuk semua penjual, dan urutannya berbeda di tiap keyword. Daftar nama tanpa sumber dan tanggal cepat basi. Susun sendiri untuk keyword Anda dengan langkah di artikel ini.

Bagaimana cara melihat peringkat toko di Shopee?

Peserta Shopee Affiliate bisa membuka Toko Populer di halaman utama Shopee Affiliate, di bagian bawah banner. Label Mall, Star+, dan Star adalah jenis toko, bukan nomor peringkat. Penjual yang ingin melihat peringkat di satu pasar bisa memakai kartu Omzet per Toko di Riset Pasar Risetika.

Bagaimana cara melihat rating toko di Shopee?

Buka halaman tokonya dan lihat penilaian toko di profilnya. Riset Toko menambahkan Rating Rata-rata dari produk yang terkumpul, jadi Anda bisa membandingkannya antar toko. Rating tinggi saja belum berarti toko itu laris, jadi baca bersama omzet 30 harinya.

Apakah toko Shopee Mall pasti lebih laris?

Tidak bisa disimpulkan dari labelnya. Mall adalah jenis toko, bukan ukuran penjualan. Di keyword tertentu toko biasa bisa memegang omzet lebih besar, jadi periksa angkanya per keyword.

Seberapa akurat omzet toko yang ditampilkan Risetika?

Angkanya perkiraan dari harga dikali jumlah terjual yang tampak, bukan data resmi Shopee, dan terjual yang dibulatkan membuatnya jadi batas bawah. Pakai untuk membandingkan urutan besar antar toko, bukan untuk angka pasti sampai ribuan rupiah.

Baca angka pasarnya sendiri

Risetika menempelkan estimasi omzet, rentang harga, dan umur listing langsung di hasil pencarian Shopee. Coba gratis 3 hari.